Pengembangan Produk Mi Suweg–Bekatul Rendah Indeks Glikemik bagi Penderita Diabetes Melitus

Authors

  • Ika Dyah Kumalasari Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Ahmad Dahlan
  • Isnainul Kusuma Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Ahmad Dahlan
  • Sri Rezeki Togumarito Sinaga Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Ahmad Dahlan
  • Siti Mutmainah Program Studi Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Ahmad Dahlan

DOI:

https://doi.org/10.21776./ub.ijhn.2022.009.01.9

Keywords:

mi instan, suweg, bekatul, nilai indeks glikemik., Diabetes Mellitus

Abstract

Diabetes dapat dicegah atau diturunkan prevalensinya dengan mengonsumsi makanan berindeks glikemik (IG) rendah. Bahan pangan yang potensial dikembangkan sebagai bahan baku rendah IG yaitu suweg (Amorphophallus paeoniifolius) dan bekatul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mutu organoleptik, kandungan gizi, dan nilai IG mi instan suweg dan bekatul. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan 5 formulasi. Metode pengujian organoleptik menggunakan uji hedonik dan uji kandungan gizi menggunakan analisis kadar proksimat. Data mutu organoleptik dan kandungan gizi dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA pada tingkat kepercayaan α=0,05 menggunakan program software SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi mi instan suweg dan bekatul terbaik pada mutu organoleptik (warna, tekstur, rasa, aroma, aftertaste, dan keseluruhan) dan kandungan gizi adalah mi formulasi P1 (60% tepung umbi suweg + 10% tepung bekatul + 30% tepung tapioka). Hasil penelitian menunjukkan IG mi instan suweg dan bekatul P1 termasuk rendah yaitu 48,04. Kesimpulannya adalah mi instan suweg dan bekatul P1 memiliki nilai indeks glikemik rendah sehingga dapat menurunkan respon glukosa darah dan cocok dikonsumsi penderita diabetes melitus.

References

International Diabetes Federation. IDF Diabetes Facts and Figures [Internet]. https://idf.org/aboutdiabetes/what-isdiabetes/facts-figures.html. 2020. Available from: https://idf.org/aboutdiabetes/what-isdiabetes/facts-figures.html.

Murtiningsih MK, Pandelaki K, Sedli BP. Gaya Hidup sebagai Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe 2. e-CliniC. 2021; 9 (2): 328.

Hasan V, Sussi A, Susilawati. Indeks Glikemik Oyek Tiwul dari Umbi Garut (Marantha arundinaceae L.), Suweg (Amorphophalus companulatus BI) dan Singkong (Manihot utillisima). J Teknol Ind dan Has Penelit. 2011; 16 (1): 34–5.

Rimbawan, Siagian A. Indeks Glikemik Pangan. Jakarta: Penebar Swadaya; 2004. 1-124.

Nurdyansyah F, Endang IR, Iffah M RM. Nilai Indeks Glikemik dan Beban Glikemik Produk Olahan Suweg (Amorphophalus companulatus BI). J Teknol Pangan. 2019; 13 (1): 76–8.

Bargumono W. 9 Umbi Utama Sebagai Pangan Alternatif Nasional. Yogyakarta: UPN Veteran Yogyakarta; 2014.

Faria B. Nutrisional Composition Rice Bran Submitted to Different Stabilization Procedure. Brazilian J Pharm Sci. 2012; 48 (4): 651–7.

Kurniawan, Mastur, Sudiarto. Penerapan Teknologi Pengolahan Makanan Kesehatan Berbasis Bekatul (Rice Bran) Organik Kelompok Tani Sidadadi di Kelurahan Mewek, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga. J Surya Masy. 2018; 1 (1): 46.

Widyaningtyas M, Susanto WH. Effect of Type and Concentration of Hydrocolloids (carboxy methyl celullose, xanthan gum, and carrageenan) on Carracteristic Dried Noodle Based Sweet Potato Variety Yellow Ase Paste. J Pangan dan Agroindustri. 2015; 3 (2): 417–23.

Septiani D, Hendrawan Y, Yulianigsih R. Uji Karakteristik Fisik , Kimia dan Organoleptik Pembuatan Tepung Umbi Suweg (Amorphophalluscampanulatus B) sebagai Bahan Pangan. J Bioproses Komod Trop. 2015; 3 (1): 1–8.

Astawan M, Tutik W, Sri W, Indira S. Aplikasi Tepung Bekatul Fungsional pada Pembuatan Cookies dan Donat yang Bernilai Indeks Glikemik Rendah. J Pangan. 2013; 22 (4): 385–94.

Widiatmoko BR, Estiasih T. Karakteristik Fisikokimia dan Organoleptik Mie Kering Berbasis Tepung Ubi Jalar Ungu pada Berbagai Tingkat Penambahan Gluten. J Pangan dan Agroindustri. 2015; 3 (4): 1386–92.

Suryono C, Ningrum L, Dewi TR. Uji Kesukaan dan Organoleptik Terhadap 5 Kemasan Dan Produk Kepulauan Seribu Secara Deskriptif. J Pariwisata. 2018; 5 (2): 95–106.

AOAC. Official Methods of Analysis. 21st ed. USA: AOAC International; 2019.

Soleh B. Pemanfaatan Tepung Suweg (Amorphopallus campanulatus) sebagai Substitusi Tepung Terigu pada Pembuatan Mie Kering. Universitas Sebelas Maret; 2011.

Liandani W, Zubaidah E. Formulasi Pembuatan Mie Instan Bekatul (Kajian Penambahan Tepung Bekatul Terhadap Karakteristik Mie Instan). J Pangan dan Agroindustri. 2015; 3 (1): 174–85.

Nur Midayanto D, Setyo Yuwono S. Penentuan Atribut Mutu Tekstur Tahu untuk Direkomendasikan sebagai Syarat Tambahan dalam Standar Nasional Indonesia Determination of Quality Attribute of TofuTexture to be Recommended as an Additional Requirement in Indonesian National Standard. J Pangan dan Agroindustr. 2014; 2 (4): 259–67.

Indriani IT, Ansarullah, Fardilla RF. Karakteristik Tepung Suweg (Amorphophallus paeoniifolius) Termodifikasi Heat Moisture Treatment (HMT) pada Produk Mie Kaya Serat. J Sains dan Teknol Pangan. 2019; 4 (2): 2272–84.

Hayati R, Marliah A, Rosita F. Sifat Kimia dan Evaluasi Sensori Bubuk Kopi Arabika. J Floratek. 2012; 7 (1): 66–75.

Waisnawi PAG, Ni Luh AY PT. Pengaruh Perbandingan Tepung Suweg (Amorphophallus campanulatus) dan Tepung Kacang Hijau (Vigna radiate) terhadap Karakteristik Cookies. J Ilmu dan Teknol Pangan. 2019; 8 (1): 48–56.

Utama IDGDA, Wisaniyasa NW, Widarta IWR. Pengaruh Perbandingan Terigu dengan Tepung Kecambah Jagung (Zea mays L.) terhadap Karakteristik Flakes. J Ilmu dan Teknol Pangan. 2019; 8 (2): 140.

Saputra T, Moh N, Fitri R. Pengaruh Penggunaan Tepung Bekatul dan Tepung Jagung (Zea mays L.) pada Produk Cookies Makanan Selingan Penderita Diabetes terhadap Penilaian Organoleptik dan Nilai Gizi. J Sains dan Teknol Pangan. 2018; 3 (6): 1768–82.

Standar Nasional Indonesia. Mi Instan. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional; 2012. Diakses pada https://www.academia.edu/10029540/sni_mie_instan.

Teguh S. Diabetes Deteksi, Pencegahan, Pengobatan. Yogyakarta: Buku Pintar; 2013. 1-140.

Kumalapotri A, Lukmana W. Optimasi Rasio Tepung Tergi, Tepung Pisang dan Tepung Ubi Jalar serta Konsentrasi Zat Aditif pada Pembuatan Mie. Agritepa. 2018; 4 (2): 144–58.

Parkin G, Brooks N. Is Postprandical Glucose Control Important? Is it Practical in Primary Care Settings? Clin Diabetes. 2002; 20 (2): 71–6.

Arif AB, Budiyanto A H. Glicemic Index of Foods and Its Affecting

Downloads

Published

2022-07-30

Issue

Section

Articles