Indonesian Journal of Human Nutrition https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn <h4><img src="https://ijhn.ub.ac.id/public/site/images/rizki/sertifikatsinta.jpg" alt="" width="1349" height="931" /></h4> <p><em><strong>Indonesian Journal of Human Nutrition</strong></em><strong> (IJHN)</strong> merupakan jurnal ilmiah yang memuat artikel penelitian di bidang gizi manusia dan di terbitkan oleh Departemen Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya Malang dan terbit dua kali dalam setahun (<strong>bulan Juli dan November</strong> ). <strong>IJHN</strong> sudah teregistrasi dengan Nomor <strong>ISSN <a href="http://u.lipi.go.id/1425359977" target="_blank" rel="noopener">2442-6636</a> (cetak) dan <a href="http://u.lipi.go.id/1393835735" target="_blank" rel="noopener">2355-3987 </a>(online)</strong></p> Jurusan Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Brawijaya Malang en-US Indonesian Journal of Human Nutrition 2442-6636 <a href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/" rel="license"><img style="border-width: 0;" src="https://i.creativecommons.org/l/by-nc/4.0/88x31.png" alt="Creative Commons License" /></a><br />This work is licensed under a <br /><a href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License</a> Asupan Magnesium Hubungannya dengan Kontrol Glukosa Darah pada Penderita DM Tipe 2 Setelah Diberi Intervensi Beras Putih dan Beras Coklat https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn/article/view/607 <p>Terapi gizi medis (MNT) sangat penting dalam rencana manajemen diabetes secara keseluruhan. Beras coklat berpotensi mengendalikan kadar glukosa darah, karena indeks glikemiknya yang lebih rendah, serat dan magnesium yang lebih tinggi dibandingkan dengan beras putih. Namun, masih belum diketahui perbedaan pengaruh nasi coklat dan nasi putih terhadap kontrol glukosa darah pasien diabetes tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perubahan kontrol glukosa darah pasien diabetes tipe 2 yang diberikan diet berbasis nasi coklat dan nasi putih. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental cross over design pada 18 pasien wanita diabetes tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi. Subyek diberikan diet beras coklat selama 12 minggu berturut-turut, dilanjutkan dengan wash out selama 2 minggu, dan diet berbasis nasi putih selama 12 minggu berturut-turut. Data glukosa darah diukur sebelum dan sesudah 2 periode intervensi. Riwayat diet sebelum intervensi dikumpulkan melalui Kuesioner Frekuensi Makanan Semi-Kuantitatif, dan asupan makanan selama intervensi dipantau menggunakan formulir catatan makanan, kemudian dianalisis dengan perangkat lunak NutriSurvey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan dengan diet berbasis nasi putih, diet berbasis beras coklat secara signifikan meningkatkan asupan magnesium, serta menurunkan kadar glukosa darah puasa (FBG), glukosa darah 2 jam postprandial (PBG 2 jam) dan HbA1c (p&lt;0,05). Kesimpulannya, pasien diabetes tipe 2 yang diberi diet beras coklat selama 12 minggu terbukti mengalami peningkatan asupan magnesium dan menurunkan kadar glukosa darah, dibandingkan saat diberi diet berbasis nasi putih. Oleh karena itu, beras coklat dapat dijadikan sebagai alternatif makanan pokok sehat bagi penderita diabetes tipe 2.</p> Etik Sulistyowati Dian Handayani Achmad Rudijanto Copyright (c) 2022 Indonesian Journal of Human Nutrition http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-12-30 2022-12-30 9 2 114 114 10.21776/ub.ijhn.2022.009.02.1 Pengetahuan, Sikap, dan Indeks Masa Tubuh pada Kejadian Kurang Energi Kronis di Remaja Putri https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn/article/view/609 <p>Asupan gizi yang kurang merupakan salah satu masalah gizi yang khas pada remaja putri yang dapat menyebabkan gizi buruk, kekurangan energi-protein kronis, dan anemia. Permasalahan tersebut dapat berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat, seperti menurunnya konsentrasi belajar pada remaja, melahirkan bayi berat lahir rendah (BBLR) pada wanita usia subur, dan menurunnya kebugaran jasmani. Berdasarkan hasil Riskesdas 2018, kejadian Kekurangan Energi Kronis pada remaja putri berfluktuasi dengan hasil sebesar 36,5%. Sedangkan menurut data Riskesdas di Kalimantan Selatan, angka KEK pada ibu hamil sebesar 19,45% dan pada ibu tidak hamil sebesar 14,42%. Sedangkan di Kecamatan Aluh-Aluh terdapat 58,3% remaja mengalami kekurangan energi kronis. Urgensi penelitian ini adalah menganalisis perbedaan pengetahuan, sikap, dan IMT dengan KEK pada remaja putri SMA. Penelitian ini menggunakan analisis observasional dengan pendekatan desain cross sectional dengan purposive sampling di SMA. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa tidak terdapat perbedaan nilai rata-rata sikap (p=0,848) dan pengetahuan (p=0,850) antara remaja putri KEK dengan kelompok lawannya. Sedangkan ada perbedaan rata-rata nilai IMT remaja putri KEK (p=0,0001).</p> Fakhriyah Fakhriyah Hadrianti H D Lasari Meitria Syahadatina Noor Andini Oktaviani Putri Muhammad Irwan Setiawan Copyright (c) 2022 Indonesian Journal of Human Nutrition http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-12-30 2022-12-30 9 2 124 124 10.21776/ub.ijhn.2022.009.02.2 Pengaruh Gula Merah Tebu terhadap Laktat Darah dan Glikogen Hati pada Tikus dengan Olahraga Renang https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn/article/view/611 <p>Kelelahan dalam olahraga dapat dipengaruhi oleh ketersediaan substrat energi. Ketersediaan energi yang rendah selama latihan dapat mempengaruhi metabolisme glikogenolisis hati dan produksi laktat di jaringan. Manfaat suplementasi karbohidrat sebelum olahraga diketahui dapat mencegah penipisan glikogen hati dan meningkatkan oksidasi laktat. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh tebu pada glikogen hati dan laktat darah. Penelitian ini menggunakan 36 ekor tikus Sprague Dawley berumur 8 minggu. Hewan dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol menetap dengan tebu merah (Sedentairl), tebu + renang (GMT), glukosa + renang (Glu), dan aquades + renang (Aqu). Semua kelompok diberi makan glukosa atau sukrosa 0,3 g/100 g berat badan tikus yang dilarutkan dalam 1 ml aquades/100 g berat badan tikus, 10 menit sebelum latihan. Suplemen tebu coklat yang diberikan pada kelompok GMT menghasilkan glikogen hati pasca-intervensi yang lebih tinggi (5,56 mg/dl) dibandingkan kelompok latihan lainnya (p=0,000). Selain itu, peningkatan laktat darah juga ditemukan 50% lebih rendah dibandingkan kelompok Glu dan Aqu (p=0,000). Dapat disimpulkan bahwa penggunaan suplementasi tebu merah sebagai makanan sebelum latihan dapat mempengaruhi pemecahan glikogen hati dan pergantian laktat selama latihan.</p> <p> </p> Ameliora Dwi Astani Suroto Etika Ratna Noer Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-12-30 2022-12-30 9 2 132 132 10.21776/ub.ijhn.2022.009.02.3 Contribution of School Canteen's Snacks to The Iron Fulfillment in Malang High Schools https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn/article/view/618 <p><em>Inadequate dietary iron, impaired iron absorption, bleeding, or loss of body iron in the urine may cause anemia. The prevalence of anemia due to iron (Fe) deficiency in Indonesia reaches 22.7% in females and 12.4% in males. Indonesian students spent 7-8 hours/day, mainly the iron daily intake influenced by school canteen snacks. This study aimed to determine the contribution of Fe content in canteen snacks in high schools in Malang. This research was an analytic observational study using a cross-sectional design with the AAS (Atomic Absorption Spectrometry) method as a quantitative iron analysis technique. </em><em>Food samples were selected purposively according to the inclusion criteria from 10 high schools</em> <em>consisting of junior high and senior high school groups. The snack samples studied were fried chicken, fried Tempe, and noodles. The average Fe content in snacks was analyzed using the independent T-test in the junior and senior high school groups. The iron content in fried Tempe and noodle showed a significant difference with p&gt; 0.05, while the iron content in fried chicken in the two school groups did not show different results. However, the percentage contribution of Fe to the Nutrition Adequacy Rate (RDA) is still minimal, with the most significant contribution coming from noodles, reaching 17.85% in the male group.</em></p> Adelya Kurniawati Titis Sari Kusuma Wahyu Winariyanti Dedy Iskandar Putra Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-12-30 2022-12-30 9 2 145 145 10.21776/ub.ijhn.2022.009.02.4 Determinan Durasi Pemberian ASI: Analisis Data Sekunder Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn/article/view/620 <p>Faktor sosiodemografi, biomedis, dan psikososial mempengaruhi durasi menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan lama pemberian ASI pada anak usia 24 bulan di Indonesia dengan menggunakan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI-2017). Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang menggunakan data sekunder SDKI-2017 dengan sampel anak usia 24 bulan sebanyak 226 subjek. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah karakteristik sosiodemografi dan biomedis, sedangkan variabel terikatnya adalah lama menyusui. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan IBM SPSS versi 25. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman (berdasarkan normalitas data) untuk data numerik dan uji Chi-Square untuk data kategorik. Analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda. Variabel yang menjadi prediktor utama lama ASI &lt;24 bulan adalah minum menggunakan botol/dot dan tinggal di perdesaan. Minum per botol merupakan faktor risiko lama ASI &lt;24 bulan dengan OR=4,610 (2,482–8,563). Tinggal di pedesaan merupakan faktor protektif masa menyusui &lt; 24 bulan dengan OR=0,488 (0,272-0,875). Temuan kami menyimpulkan bahwa durasi menyusui diprediksi oleh kebiasaan minum menggunakan botol/dot dan tinggal di pedesaan.</p> Rachma Purwanti Desi Nurfita Galuh Chandra Irawan Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-12-30 2022-12-30 9 2 156 156 10.21776/ub.ijhn.2022.009.02.5 Gambaran Pola Asuh terhadap Kepatuhan Diet Anak dan Remaja dengan Diabetes Mellitus: Studi Kasus https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn/article/view/622 <p>Diet merupakan salah satu pilar penatalaksanaan pasien Diabetes Mellitus. Kepatuhan diet pasien penting untuk mengendalikan glukosa darah. Penderita DM tipe 1 yang umumnya menyerang anak-anak dan remaja menghadapi tantangan dalam pengaturan asupan makanan. Orang tua memiliki peran penting dalam membimbing anak-anak mereka untuk mematuhi rekomendasi diet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola asuh terhadap kepatuhan diet pasien diabetes tipe 1. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini melibatkan empat responden kunci yang diambil sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam. Hasil analisis menunjukkan sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh demokratis sedangkan sisanya menerapkan pola asuh otoriter. Tipe orang tua demokratis terlibat dalam mengarahkan, mengingatkan, dan mengawasi sehingga hasilnya adalah pujian yang lebih baik dari pasien. Sedangkan pada tipe orang tua otoriter, pasien cenderung tidak patuh dengan pola makan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendampingan orang tua dapat menjadi penting dalam mendukung kepatuhan diet pasien DM tipe 1. </p> Inggita Kusumastuty Della Martha Halimatussa’diah Catur Saptaning Wilujeng Fajar Ari Nugroho Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-12-30 2022-12-30 9 2 173 173 10.21776/ub.ijhn.2022.009.02.6 Distribusi Isoflavon dan Aktivitas Antioksidan Pada Kecambah Koro Pedang Putih (Canavalia Ensiformis L. (DC)) https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn/article/view/628 <p>Isoflavon merupakan kelompok senyawa isoflavonoid dengan fungsi fisiologis yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Bioaktivitas fisiologis isoflavon berasal dari potensinya sebagai antioksidan dan fungsinya yang bermanfaat bagi kesehatan seperti antikanker, antidiabetes, dan antiinflamasi. Isoflavon dalam bentuk tak terkonjugasi atau aglikon dianggap lebih aktif daripada bentuk glukosida. Sprouting merupakan salah satu metode pengolahan untuk meningkatkan bioavailabilitas isoflavon dengan mengubah isoflavon dari glukosida menjadi bentuk aglikon. Pada penelitian ini profil isoflavon dan aktivitas antioksidan yang dipengaruhi oleh perkecambahan selama 48 jam dilakukan pada bagian kecambah yaitu kotiledon (KTL) dan hipokotil (HPL). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bagian hipokotil mengandung isoflavon aglikon lebih tinggi daripada bagian kotiledon, terutama daidzein. Aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode scavenging radikal DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) untuk ekstrak bagian kecambah seperti kotiledon dan hipokotil. Hipokotil memiliki kapasitas antioksidan tertinggi (nilai IC50 1839,113 ppm), yang secara signifikan lebih baik dari kotiledon dan memiliki perbedaan yang signifikan (p&lt;0,05). Perkecambahan meningkatkan aktivitas antioksidan dan kadar isoflavon yang lebih tinggi di hipokotil, terutama untuk isoflavon daidzein.</p> Iva tsalissavrina Agnes Murdiati Sri Raharjo Lily Arsanti Lestari Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-12-30 2022-12-30 9 2 183 183 10.21776/ub.ijhn.2022.009.02.7 Faktor Perubahan Kualitas Diet dengan Indonesia Healthy Eating Index pada Penderita PJK https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn/article/view/630 <p>Penilaian kualitas diet dengan metode <em>Healthy Eating Index</em> (HEI) versi Indonesia belum banyak digunakan. Metode HEI penting digunakan untuk melihat kualitas diet seseorang dalam keadaan sakit atau sehat yang nantinya bisa untuk menunjukan status kesehatan masa kini dan masa depan yang dilihat dari segi gizi. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perubahan kualitas diet pada penderita Penyakit Jantung Koroner (PJK). Penelitian ini menggunakan data Studi Kohort Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular periode tahun 2013-2016. Ditemukan 124 kasus baru PJK dari hasil EKG. Konsumsi pangan menggunakan metode 1x24 jam setahun sebelum PJK dan setahun setelah PJK. Kualitas diet dengan US-HEI yang dimodifikasi jumlah porsinya sesuai dengan pedoman gizi seimbang Indonesia. Perubahan kualitas diet dinilai dari selisih skor HEI setelah PJK dengan sebelum PJK. Terdapat perbedaan perubahan dan peningkatan kualitas diet yang signifikan yaitu pada skor total kualitas diet 7.9%, secara spesifik pada skor komponen buah-buahan 51.9%, kacang-kacangan 16.9%, dan sodium 10.6%. Faktor-faktor yang memengaruhi peningkatan kualitas diet pada penderita PJK yaitu pendapatan keluarga cukup, dan aktivitas fisik yang cukup. Sedangkan faktor yang memengaruhi penurunan kualitas diet yaitu kadar kolesterol HDL yang tinggi. Hasil ini menegaskan bahwa untuk pencegahan PJK harus diikuti dengan meningkatkan aktivitas fisik, disertai dengan dukungan pendapatan yang cukup.</p> Widya Lestari Nurpratama Dodik Briawan Woro Riyadina Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-12-30 2022-12-30 9 2 193 193 10.21776/ub.ijhn.2022.009.02.8 Potensi Whey Kefir Susu Kambing Sebagai Anti-Obesitas Melalui Penghambatan Sintesis Lipid dan Aktivitas Phosphoenolpyruvate Carboxykinase (PEPCK) pada Sel Model Adiposit 3T3-L1 https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn/article/view/621 <p>Obesitas menjadi salah satu penyebab utama sindrom metabolik dislipidemia, yang dapat sebagai komorbid berbagai penyakit. Penggunaan obat-obatan untuk mengurangi obesitas memiliki akibat yang merugikan, oleh karena itu dikembangkan produk komplementer dari susu fermentasi sebagai strategi non-farmakologis untuk pengelolaan dislipidemia. Pemecahan masalah obesitas dapat dilakukan melalui pendekatan adipogenesis pada sel model adiposit 3T3-L1. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pemberian whey-KSK terhadap TG (Total Trigliserida), TC (Total Kolesterol) dan aktivitas PEPCK (<em>Phosphoenol pyruvate Carboxykinase</em>) sel adiposit 3T3-L1. Metode penelitian adalah percobaan pemberian dosis whey-KSK yang berbeda yaitu P1 (25mg/ml), P2 (50 mg/ml), P3 (75 mg/ml), P4 (100 mg/ml), dan kelompok KN (kontrol negatif) dan KP (kontrol positif) pada adiposit 3T3-L1, dengan empat kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan whey-KSK 25 – 100 µg/mL dapat menurunkan TG sebesar 35,39 – 55,32%, menurunkan TC sebesar 30,46-62,12%, menurunkan aktivitas PEPCK sebesar 27,10-82,52% dan menurunkan aktivitas spesifik PEPCK sebesar 33,06-63,34%. Kesimpulan whey-KSK dapat menghambat adipogenesis sel adiposit 3T3-L1 dan berpotensi sebagai antiobesitas.</p> <p> </p> Lilik Eka Radiati Dian Laksamana Hati Sri Andarini Dian Handayani Djalal Rosyidi Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 2022-12-30 2022-12-30 9 2 207 207 10.21776/ub.ijhn.2022.009.02.9