Indonesian Journal of Human Nutrition https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn <h4><img src="https://ijhn.ub.ac.id/public/site/images/rizki/sertifikatsinta.jpg" alt="" width="1349" height="931" /></h4> <p><em><strong>Indonesian Journal of Human Nutrition</strong></em><strong> (IJHN)</strong> merupakan jurnal ilmiah yang memuat artikel penelitian di bidang gizi manusia dan di terbitkan oleh Jurusan Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang dan terbit dua kali dalam setahun (<strong>bulan Juli dan November</strong> ). <strong>IJHN</strong> sudah teregistrasi dengan Nomor <strong>ISSN <a href="http://u.lipi.go.id/1425359977" target="_blank" rel="noopener">2442-6636</a> (cetak) dan <a href="http://u.lipi.go.id/1393835735" target="_blank" rel="noopener">2355-3987 </a>(online)</strong></p> en-US <a href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/" rel="license"><img style="border-width: 0;" src="https://i.creativecommons.org/l/by-nc/4.0/88x31.png" alt="Creative Commons License" /></a><br />This work is licensed under a <br /><a href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License</a> ijhn.giziub@gmail.com (Dr. Fajar Ari Nugroho, S.Gz., M.Kes) susanto_fk@ub.ac.id (Heni Susanto) Sat, 30 Jul 2022 06:17:02 +0000 OJS 3.2.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Kandungan Gizi dan Uji Organoleptik Beras Analog Kedelai Edamame dan Rumput Laut https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn/article/view/513 <p>Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit dengan karakteristik hiperglikemia yang disebabkan oleh resistensi insulin, gangguan sekresi insulin, maupun keduannya. DMT2 dapat diperbaiki melalui penatalaksanaan secara non farmakologi salah satunya melalui terapi nutrisi medis. Beras analog menjadi solusi alternatif bahan pangan sumber karbohidrat yang lebih sehat sebagai pengganti beras putih bagi pasien DMT2. Penelitian ini bertujuan untuk membuat produk beras analog kombinasi tepung kedelai edamame dan rumput laut untuk mengetahui hasil organoleptik dan kandungan gizinya. Uji organoleptik dilakukan kepada 25 panelis terlatih untuk mengetahui tingkat kesukaan berdasarkan rasa, aroma, warna, dan tekstur. Untuk mengetahui kandungan gizi, dilakukan uji proksimat dan uji anthrone. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Data hasil analisis diuji secara statistik menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc Tukey. Persentase tingkat kesukaan tertinggi secara keseluruhan berada pada beras analog F3 (50%TE+50%TRL) yang mengandung karbohidrat sebesar 83,71 g, protein 2,76 g, lemak 0,23 g, kadar air 12,89 ml, abu 0,41 g, gula 0,18 g, serat larut 3,89 g, serat tidak larut 3,44 g total serat 7,29 g dan energi sebesar 346,92 kkal dalam 100 g. Uji statistika menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kandungan gizi beras analog dengan beras putih (p&lt;0,05). </p> Eunike Cecilia Setiawan, Diyah Ayu Puspitasari, Shinta Kirana Rakhmani, Muhammad Naufal Rizqi Alfani, Arvin Wahyu Nor Imam, Rahma Micho Widyanto Copyright (c) 2022 Indonesian Journal of Human Nutrition http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn/article/view/513 Sat, 30 Jul 2022 00:00:00 +0000 Perilaku Food Loss and Waste pada Ekonomi-Gizi Rumah Tangga Saat Pandemi Covid 19 https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn/article/view/515 <p><em>Background: households are one of the biggest contributors to food waste in DKI Jakarta. This is caused by household food loss and waste (FLW) behavior and the impact of this behavior is economic loss and nutritional loss in vain. Objective: To analyze the correlation between FLW behavior and household economic and nutrition loss during the Covid-19 pandemic in West Jakarta. Methods: This study is a quantitative study with a cross-sectional design involving 100 households in the Kebon Jeruk area, West Jakarta. The analysis in this study uses the Spearman Rank correlation. Data were collected by interview technique using FLW behavior questionnaire and food waste questionnaire form filled out by respondents for 4x24 hours. The value of this economic loss will be analyzed using the market price listed on Hargapangan.id and the value of nutrition loss will be analyzed using nutrisurvey2007. The results: there is a relationship between FLW behavior on economic loss (p = 0.02; p &lt;0.05) but there is no relationship between FLW behavior on nutrition loss, namely energy loss (p = 0.15; p&gt; 0.05), protein loss (p=0,20;p&gt;0,05), fat loss (p=0,33;p&gt;0,05) and carbohydrate loss (p=0,12;p&gt;0,05). Households are expected to change their FLW behavior in order to minimize economic losses and optimally utilize nutrition.</em></p> Prita Dhyani Swamilaksita, Jennifer Vanka, Nadiyah Nadiyah, Harna Harna Copyright (c) 2022 Indonesian Journal of Human Nutrition http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn/article/view/515 Fri, 05 Aug 2022 00:00:00 +0000 Pengaruh Pemberian Minyak Ikan Lemuru Terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa Pada Tikus Wistar Hiperglikemia https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn/article/view/594 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis efek pemberian minyak ikan lemuru terhadap penurunan kadar glukosa darah puasa pada tikus dengan hiperglikemia. Penelitian ini merupakan <em>experimental laboratories </em>dengan racangan <em>The</em> <em>Randomized Post Test Only Control Group Design</em>. Sampel penelitian ini adalah 25 ekor tikus jenis <em>Rattus Norvegicus Strain Wistar </em>jantan, usia 2-3 bulan yang dibagi menjadi lima kelompok. Teknik analisis data menggunakan uji <em>one-way ANOVA</em> dan <em>Tukey</em> <em>HSD</em>. Pada uji <em>one-way ANOVA</em> diadaptkan nilai P (0,001) &lt; 0.05. Hasil <em>Tukey HSD</em> didapatkan rata-rata kadar GDP antara K<sub>0</sub> dengan K<sub>1</sub> (<em>P</em> &lt; 0,005), P<sub>1</sub> dengan K<sub>1</sub> (<em>P</em> &lt; 0,005), P<sub>2</sub> dengan K<sub>1</sub> (<em>P</em> &lt; 0,005), P<sub>3</sub> dengan K<sub>1</sub> (<em>P</em> &lt; 0,005), sedangkan K<sub>0</sub> dengan P<sub>1</sub>, K<sub>0</sub> dengan P<sub>2</sub>, K<sub>0</sub> dengan P<sub>3</sub>, P<sub>1</sub> dengan P<sub>2</sub>, P<sub>1</sub> dengan P<sub>3</sub>, dan P<sub>2</sub> dengan P<sub>3</sub> tidak menunjukkan perbedaan signifikan (<em>P</em> &gt; 0,05). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan pemberian minyak ikan lemuru (<em>sardinella lemuru</em>) terhadap kadar glukosa darah puasa. Terdapat perbedaan yang signifikan antara K<sub>0</sub> dengan K<sub>1</sub>, P<sub>1</sub> dengan K<sub>1</sub>, P<sub>2</sub> dengan K<sub>1</sub>, P<sub>3</sub> dengan K<sub>1</sub>, sedangkan K<sub>0</sub> dengan P<sub>1</sub>, K<sub>0</sub> dengan P<sub>2</sub>, K<sub>0</sub> dengan P<sub>3</sub>, P<sub>1</sub> dengan P<sub>2</sub>, P<sub>1</sub> dengan P<sub>3</sub>, dan P<sub>2</sub> dengan P<sub>3</sub> tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan.</p> Dea Amanda Caressa, Annis Catur Adi, Sri Adiningsih, Septyaningrum Putri Purwoto, Adi Pranoto Copyright (c) 2022 Indonesian Journal of Human Nutrition http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn/article/view/594 Sat, 30 Jul 2022 00:00:00 +0000 Perubahan Berat Badan Tikus Sprague Dawley Setelah Pemberian Ekstrak Kurma Ajwa https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn/article/view/599 <p>Kelebihan lemak yang menyebabkan terjadinya obesitas dapat berpengaruh dalam proses penuaan dan menurunkan angka harapan hidup. Hal ini disebabkan oleh karena adanya peningkatan <em>Reactive Oxygen Species (ROS)</em> yang memicu terjadinya stres oksidatif dan proses inflamasi dari organisme yang memengaruhi telomer, yang berperan sebagai penanda usia biologis. Kandungan serat makanan dan antioksidan yang tinggi pada kurma Ajwa menjadikannya pilihan untuk pengobatan berbagai penyakit seperti diabetes, obesitas, kanker, dan penyakit jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan berat badan tikus Sprague dawley setelah pemberian ekstrak kurma Ajwa (<em>Phoenix dactylifera L.)</em>. Rancangan penelitian yaitu <em>pre</em>-<em>post test with control group design. </em>15 ekor tikus jantan <em>Sprague dawley </em>dibagi dalam 5 tikus kelompok kontrol, 5 tikus kelompok perlakuan I yang diinduksi diet tinggi lemak dan 5 tikus kelompok perlakuan II yang diintervensi ekstrak kurma Ajwa. Induksi PTL diberikan selama 30 hari dan pemberian ekstrak kurma Ajwa selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan kelompok tikus yang diberi PTL mengalami perubahan berat badan yang signifikan, diperoleh nilai p&lt;0,011. Kesimpulannya, terjadi penurunan berat badan pada tikus <em>Sprague dawley </em>yang diberikan ekstrak kurma Ajwa.</p> Marzelina Karim, Nurpudji Astuti Taslim, Agussalim Bukhari, Firdaus Hamid, Irfan Idris, Himawan Dharmayani Sanusi Copyright (c) 2022 Indonesian Journal of Human Nutrition http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn/article/view/599 Sat, 30 Jul 2022 00:00:00 +0000 Ekstrak Etanol Ubi Jalar Ungu (Ipomea batatas L.) Menurunkan Kadar MDA Plasma Tikus Model Menopause https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn/article/view/606 <p>Pemberian antioksidan merupakan salah satu strategi dalam manajemen menopause, karena diketahui bahwa stres oksidatif berkontribusi pada patogenesis penyakit yang terkait dengan menopause. Ubi jalar ungu diketahui memiliki aktivitas antioksidan karena kandungan flavonoidnya terutama antosianin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan ubi jalar ungu kultivar Bali pada hewan model menopause, yang didahului dengan pengukuran kandungan flavonoid dan antosianin total, serta kapasitas antioksidan. Penelitian dengan rancangan <em>post-test only control group design</em> ini, menggunakan 28 ekor tikus Wistar betina yang diovariektomi bilateral. Hewan coba dibagi secara acak menjadi kelompok kontrol (P0), dan kelompok perlakuan (P1, P2, dan P3). Kelompok P1, P2, dan P3 diberi ekstrak etanol ubi jalar ungu (20mg/ml) per oral 7 hari setelah ovariektomi dengan dosis 1 ml, 2 ml, dan 4 ml/hari, sedangkan P0 diberikan saline 0,9% 1 ml/hari selama 30 hari. Sampel darah diambil untuk pengukuran MDA plasma dengan menggunakan metode reaksi asam tiobarbiturat. Penelitian ini menemukan kadar total flavonoid ekstrak ubi jalar ungu sebesar 676.9 mg/100g, kadar antosianin 56.78 mg/100g, dan kapasitas antioksidan 2516.82 mg/L GAEAC. Hasil analisis data menemukan terjadi penurunan kadar MDA plasma pada P1 (2,431±0,087 mol/L), P2 (2,174±0,096 mol/L), dan P3 (1,886±0,109 mol/L) dibandingkan dengan P0 (2,795± 0,063 mol/L) (p = 0,000). Kesimpulannya, ekstrak etanol ubi jalar ungu dapat menurunkan kadar MDA plasma tikus model menopause</p> I Wayan Sugiritama, I Gusti Ayu Dewi Ratnayanti, Ni Made Linawati, Ida Ayu Ika Wahyuniari, I Gusti Nyoman Sri Wiryawan, I Gusti Kamasan Nyoman Arijana Copyright (c) 2022 Indonesian Journal of Human Nutrition http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn/article/view/606 Sat, 30 Jul 2022 00:00:00 +0000 Nutritional Status of Pregnant Women Aged Less Than 20 Years is a Risk Factor For The Incidence of Babies With Low Birth Weight (LBW) https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn/article/view/613 <p><em>Low birth weight (LBW) is influenced by various factors, such as maternal education, gestational age, maternal nutritional status, and economic level. The high pregnancy rate in adolescent mothers is in line with pregnancy complications experienced, one of which is giving birth to LBW babies. The aim of this study was to analyze the risk factors most associated with the incidence of LBW babies in mothers aged less than 20 years old in Wagir District, Malang Regency. The data collection method was used </em><em>cross-sectional</em><em>. The inclusion criteria in this study were mothers who were less than 20 years old, had given birth to a baby with LBW, and </em><em>were </em><em>domiciled in Wagir District. The data was </em><em>analysed</em><em> by logistic regression test. A total of 106 respondents participated in this study. The results showed that the factors that were significantly related were nutritional status (p-value 0.012), economic level (p-value 0.030), and gestational age (p-value 0.046). The dominant factor was nutritional status </em><em>(p-value 0,012; OR 0,666). Nutritional status is the most influential thing for the health </em><em>of </em><em>both mother and baby, so the role of health workers in educating women </em><em>during</em><em> the preconception period regarding nutrition and the risk of pregnancy is essential. </em></p> Asti Melani Astari Astari, Ayut Merdikawati , Muladefi Choiriyah , Helmi Nindra Agustin Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn/article/view/613 Sat, 30 Jul 2022 00:00:00 +0000 Penurunan hs-CRP Tikus Sprague dawley Jantan Setelah Pemberian Madu Hutan Apis Dorsata https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn/article/view/496 <p>Pola konsumsi makanan berlemak berlebih menimbulkan berbagai gangguan metabolik dan inflamasi sistemik sehingga memicu peningkatan penanda inflamasi, yaitu <em>high sensitivity C-Reactive Protein</em> (hs-CRP). Madu hutan <em>Apis dorsata </em>mengandung antioksidan tinggi, namun belum banyak penelitian mengenai aktifitas antioksidan madu hutan ini terhadap perubahan kadar hs-CRP di dalam darah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian madu hutan <em>Apis dorsata </em>terhadap kadar serum hs-CRP tikus <em>Sprague dawley </em>jantan diinduksi pakan tinggi lemak (PTL). Rancangan penelitian yaitu <em>pre-post test with control group design. </em>15 ekor tikus jantan <em>Sprague dawley </em>dibagi dalam tikus kelompok kontrol negatif (K-), kontrol positif (K+) diinduksi PTL, dan perlakuan (P) diinduksi PTL + madu hutan <em>Apis dorsata </em>dosis 0,5 ml/200 g BB. Induksi PTL diberikan selama 30 hari dan madu selama 7 hari. Serum hs-CRP diambil dua kali, yaitu setelah pemberian PTL dan setelah pemberian madu, kemudian diukur menggunakan metode ELISA. Hasilnya menunjukkan kelompok tikus yang diberi PTL+intervensi madu hutan mengalami penurunan kadar hs-CRP yang signifikan (p=0,009). Hal ini menandakan efek antioksidan dan antiinflamasi pada madu hutan <em>Apis dorsata </em>dapat menurunkan kadar hs-CRP. Kesimpulannya, Madu hutan <em>Apis dorsata </em>dosis 0,5 ml/200 g BB mampu menurunkan kadar serum hs-CRP tikus <em>Sprague dawley </em>jantan yang diinduksi pakan tinggi lemak.</p> Inna Mutmainnah Musa, Agussalim Bukhari, Irfan Idris, Ika Yustisia, Rosdiana Natzir, Aminuddin Aminuddin, Marhaen Hardjo Copyright (c) 2022 Indonesian Journal of Human Nutrition http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn/article/view/496 Fri, 05 Aug 2022 00:00:00 +0000 Perbedaan Asupan Zat Besi Ibu Hamil Anemia dan non-Anemia di Jakarta Timur https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn/article/view/497 <p>Dalam kehamilan anemia merupakan faktor penting yang terkait dengan peningkatan risiko kematian ibu anak. Asupan zat besi dan bioavailabilitas zat besi penting untuk pencegahan anemia defisiensi besi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan asupan makanan dan bioavailabilitas zat besi ibu hamil anemia dan non-anemia di Puskesmas Makasar. Studi <em>cross sectional</em> dilakukan pada 185 wanita hamil dari Mei -September 2019 di Puskesmas Kecamatan Makasar, Jakarta. Asupan makan diukur dengan menggunakan 24 <em>hours food recall</em> dan <em>Semi Quantitative Food Frequency</em>. Lingkar lengan atas diukur dengan <em>metline</em>. Kadar hemoglobin diukur dengan metode cyanmethameglobin. Data dianalisis dengan uji beda dengan nilai p&lt;0,05 dianggap signifikan secara statistik. Hasil penelitian menunjukan prevalensi anemia sebesar 23,8%. Wanita hamil yang anemia cenderung mempunyai riwayat keguguran dan malnutrisi (p&lt;0,05). Kepatuhan terhadap suplementasi zat besi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan status anemia (p&gt;0,05). Secara umum total energi dan asupan protein ibu hamil kurang dari 70% EAR. Asupan makanan pada kelompok anemia lebih tinggi daripada kelompok non-anemia. Tidak ada perbedaan dalam zat besi heme dan non-heme pada anemia dan non-anemia, tetapi kelompok anemia cenderung memiliki asupan zat besi non-heme yang lebih tinggi. Dalam penelitian ini tidak adak perbedaan asupan zat besi pada ibu hamil anemia dan non-anemia.</p> Isti Istianah, Sri Fauziana, Adhila Fayasari Copyright (c) 2022 Indonesian Journal of Human Nutrition http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn/article/view/497 Sat, 30 Jul 2022 00:00:00 +0000 Pengembangan Produk Mi Suweg–Bekatul Rendah Indeks Glikemik bagi Penderita Diabetes Melitus https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn/article/view/512 <p>Diabetes dapat dicegah atau diturunkan prevalensinya dengan mengonsumsi makanan berindeks glikemik (IG) rendah. Bahan pangan yang potensial dikembangkan sebagai bahan baku rendah IG yaitu suweg (<em>Amorphophallus paeoniifolius</em>) dan bekatul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mutu organoleptik, kandungan gizi, dan nilai IG mi instan suweg dan bekatul. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan 5 formulasi. Metode pengujian organoleptik menggunakan uji hedonik dan uji kandungan gizi menggunakan analisis kadar proksimat. Data mutu organoleptik dan kandungan gizi dianalisis menggunakan uji <em>One Way </em>ANOVA pada tingkat kepercayaan α=0,05 menggunakan program <em>software</em> SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi mi instan suweg dan bekatul terbaik pada mutu organoleptik (warna, tekstur, rasa, aroma, <em>aftertaste</em>, dan keseluruhan) dan kandungan gizi adalah mi formulasi P1 (60% tepung umbi suweg + 10% tepung bekatul + 30% tepung tapioka). Hasil penelitian menunjukkan IG mi instan suweg dan bekatul P1 termasuk rendah yaitu 48,04. Kesimpulannya adalah mi instan suweg dan bekatul P1 memiliki nilai indeks glikemik rendah sehingga dapat menurunkan respon glukosa darah dan cocok dikonsumsi penderita diabetes melitus.</p> Ika Dyah Kumalasari, Isnainul Kusuma, Sri Rezeki Togumarito Sinaga, Siti Mutmainah Copyright (c) 2022 Indonesian Journal of Human Nutrition http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn/article/view/512 Sat, 30 Jul 2022 00:00:00 +0000 Pengaruh Pemberian Madu Trigona Terhadap Perbaikan Tes Fungsi Hati Tikus yang Mengalami Drug-induced Liver Injury https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn/article/view/614 <p><em>Drug-induced Liver Injury</em> (DILI) dapat disebabkan oleh penggunaan obat seperti acetaminophen yang mengalami metabolisme di hati. Kerusakan hati dideteksi melalui peningkatan enzim transaminase. Madu trigona mengandung flavonoid yang tinggi dan memiliki peran protektif terhadap inflamasi dan stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan mengetahui efek pemberian madu trigona sebagai hepatoprotektor terhadap kadar enzim transaminase tikus Sprague-Dawley (SD) yang diinduksi acetaminophen. Penelitian ini menggunakan desain post-test with control group design dimana 12 ekor Rattus norvegicus galur SD dibagi dalam empat kelompok: kontrol negatif, kontrol positif, perlakuan 1 dan perlakuan 2. Semua kelompok kecuali kontrol negatif diinduksi acetaminophen selama 7 hari dilanjutkan pemberian madu kelulut pada kelompok perlakuan 1 dan 2 dengan dosis masing-masing 9,3 g/kgBB dan 18,6 g/kgBB selama 7 hari. Pengukuran ALT dan AST pada hari ke-1, ke-8 dan ke-15 menggunakan spektrofotometri. Uji statistik menggunakan <em>One Way Anova</em>. Hasil penelitian didapatkan perbedaan signifikan kadar ALT (nilai p=0,000) dan AST (nilai p=0,000) pada hari ke-15 antara kelompok yang diberikan madu trigona dengan tidak diberikan setelah diinduksi acetaminophen. Sebagai kesimpulan, madu trigona memiliki efek hepatoprotektor menurunkan kadar ALT dan AST.</p> Sigit Dwi Pramono Pramono, Rosdiana Natzir, Syahrijuita Kadir, Gita Vita Soraya, Muhammad Husni Cangara, Burhanuddin Bahar Copyright (c) 2022 http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0 https://ijhn.ub.ac.id/index.php/ijhn/article/view/614 Sat, 30 Jul 2022 00:00:00 +0000