Faktor Risiko Anemia pada Anak Sekolah Dasar di Temanggung

Netta Meridianti Putri, Dodik Briawan, Yayuk Farida Baliwati

Abstract


Anemia pada anak sekolah masih menjadi masalah yang harus segera ditangani di Indonesia. Menurut laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, prevalensi anemia untuk anak usia sekolah di Indonesia adalah 26.4%. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor risiko (karakteristik subjek, karakteristik keluarga, densitas protein dan asupan zat besi, kecukupan protein dan zat besi, frekuensi konsumsi pangan sumber heme, pola konsumsi enhancer dan inhibitor zat besi serta frekuensi sarapan) terhadap kejadian anemia. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional yang dilakukan pada bulan Januari - Juni 2018. Penelitian ini dilakukan pada anak sekolah dasar kelas 4 - 6 di Temanggung. Sampel sebanyak 318 siswa dipilih menggunakan metode simple random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi square dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa frekuensi sarapan, frekuensi konsumsi telur, frekuensi konsumsi hati ayam, dan konsumsi obat cacing merupakan faktor risiko terjadinya anemia pada anak sekolah dasar di Temanggung.   


Keywords


Anemia, faktor risiko, anak usia sekolah

Full Text:

PDF

References


Kemenkes RI. Hasil Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta (ID): Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2013.

Dewi M, Sutiari K, Wulandari L. Status Anemia Gizi Besi dan Konsumsi Zat Gizi pada Anak Usia Sekolah di Lima Panti Asuhan di Kota Denpasar. Arc. Com. Health. 2012;01:35-42

Bekele G, Wondimagegn A, Yaregal A, Lealem G. Anemia and Associated Factors Among School-Age Children in Filtu Town, Somali Region, Southeast Ethiopia. BMC Hematol. 2014; 14(7); 9511-9528.

Ashar H, Mulyantoro DK, Nurcahyani YD, Khaerunnisa M. Anemia pada Anak Sekolah Dasar di Daerah Endemik Gaki. MGMI. 2014; 7(2); 91-98.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Profil Kesehatan Propinsi Jawa Tengah 2017. Semarang (ID): Dinas Kesehatan Jawa Tengah. 2018.

Nirmala D. Gizi anak sekolah. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. 2012.

Sampouw A, Bolang A, Basuki A. Hubungan antara Anemia dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas 4 dan 5 SD Sta. Theresia Malalayang. [Skripsi]. Manado: Univeristas Sam Ratulangi. 2013.

Cakrawati D dan Mustika NH. Bahan pangan gizi dan kesehatan. Bandung: Alfabeta. 2012.

Oy S. Food-Based Recommendation Developed By Linear Programming Approach To Combat Anemia Among Adolescent Schoolgirls In Malang, Indonesia [tesis]. Jakarta (ID): Universitas Indonesia. 2016.

Lee SK, Park HK, Choi YJ. Nutritional standards for energy-dense lownutrient density food for children in Korea. Asia Pac J Clin Nutr. 2014; 23(1); 27-33

Indartanti D, Kartini A. Hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Journal of Nutrition College. 2014; 2(3); 33-39

Fajrin A. Faktor risiko sosial ekonomi, asupan protein, asupan zat besi terhadap kejadian anemia pada anak sekolah. Jurnal Gizi Indonesia. 2012; 35(1); 22-29.

Rosyidah Z dan Andrias DR. Jumlah Uang Saku dan Kebiasaan melewati sarapan berhubungan dengan Status Gizi Lebih Anak Sekolah Dasar. Media Gizi Indonesia. 2015; 10(1); 1–6

Myrnawati dan Anita. Pengaruh Pengetahuan Gizi, Status Sosial Ekonomi, Gaya Hidup Dan Pola Makan Terhadap Status Gizi Anak (Studi Kausal Di Pos Paud Kota Semarang Tahun 2015). Jurnal Pendidikan Usia Dini. 2016; 10(2): 213-232.

Heryati L dan Setiawan B. Kegemukan, Anemia, dan Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar di Kota Bogor. Jurnal Gizi Pangan. 2014; 9(3);159-166.

Thompson B, Amoroso L. Combating Micronutrient Deficiencies : Food-based Approaches. (CAB International and FAO). 2011.

Sirajuddin S dan Masni. Kejadian Anemia pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2015; 9(3); 264-269.

Febry AB, Pujiastuti, Fajar I. Ilmu Gizi Untuk Pratisi Kesehatan. Yogyakarta: Graha Ilmu; 2013.

Hermina dan Prihatini S. Gambaran Konsumsi Sayur dan Buah Penduduk Indonesia dalam Konteks Gizi Seimbang: Analisis Lanjut Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI). Buletin Penelitian Kesehatan. 2016; 44(3); 205 – 218.

Sariyanto, Iwan. Serapan Zat Besi Dalam Minuman Teh Kemasan Menggunakan Spektrofotometer. Jurnal Analis Kesehatan. 2019; 8(1); 7-12.

Utami, Erina. Hubungan Kebiasaan Makan Pagi dengan Kejadian anemia pada Murid SD Negeri 3 Manado. Jurnal e-Biomedik (eBM). 2013; 1(1); 53-58.

Endi Ridwan. Kajian Interaksi Zat Besi Dengan Zat Gizi Mikro Lain Dalam Suplementasi (Review Of Interactions Between Iron And Other Micronutrients In Supplementation). Penel Gizi Makan. 2012; 35(1); 49-54.

Utama TA, Listiana N, Susanti D. Comparison Effect of Iron with and without Vitamin C to Age HemoglobinLevels among Women of Reproductive Age. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. 2013; 7(8); 344-348.

Rizkiawati. Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar Hb dalam darahtukang becak. Jurnal Kesehatan Masyarakat Undip. 2012; 1(2): 27-31.

Choiriyah, E. W. Hubungan tingkat asupan protein, zat besi dan vitamin C dengan kejadian anemia pada remaja putri kelas x dan xi SMAN 1 Polokarto Kabupaten Sukoharjo [skripsi]. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2015.

Resmi S, Latheef F, dan Vijayaraghavan R. Correlation of level of haemoglobin with iron and vitamin C among adolescent girls with iron deficiency anemia undergoing nutritional support therapy. Interntional Journal of Research in Ayurveda & Pharmacy. 2017; 8(4); 77-81.

Zulaikhah. Faktor risiko status gizi kurang pada wanita usia subur di Bogor [tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor; 2012.

Adriani M dan Wirjatmadi B. Pengantar Gizi Masyarakat Cetakan ke-2. Jakarta: Prenada Media Group. 2013; 48-53.

Purba TJ, Siregar GFG, Ariani P, Yessy PA. Konsumsi Telur Ayam Rebusterhadap Peningkatan Kadar Haemoglobin Ibu Hamil Trimester Iiidi Puskesmas Simarmata. Jurnal Penelitian Kebidanan & Kespro. 2020; 3(1); 27-62.

Basalamah MF, Pateda V, Rampengan N. Hubungan Infeksi Soil Transmitted Helminth dengan Kadar Hemoglobin Anak Sekolah Dasar GMIM Buha Manado. Jurnal Forikes. 2014; 2(1); 2-6.

Ibrahim, Anwar I. Ascariasis dan trichuriasis sebagai faktor penentu kejadian anemia gizi besi anak SD di permukiman kumuh Kota Makassar. Media Gizi Pangan. 2012; (1); 48-54.

Tandirerung RU, Mayulu N, Kawengian SES. Hubungan kebiasaan sarapan pagi dengan kejadian anemia pada murid SD Negeri 3 Manado. Jurnal e-Biomedik (eBM). 2013; 1; 53-8.

Perdana, Fachrudin, Hardinsyah. Analisis Jenis, Jumlah, Dan Mutu Gizi Konsumsi Sarapan Anak Indonesia. Jurnal Gizi dan Pangan. 2013; 8(1); 39-46.




DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.ijhn.2021.008.01.4

Refbacks



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.